Rabu, 19 Oktober 2016

Mari Belajar Bahasa Indonesia

TEKS TANTANGAN merupakan materi pelajaran bahasa Indonesia yang akan kita bahas kali ini. Adapun sekarang yang akan kita bahas tentang teks tantangan ini bukan hanya pengertian nya saja, tetapi juga lengkap dengan struktur teks, kaidah kebahasaan, dan juga contoh teks tantangan kenaikan BBM.

Pengertian Teks Tantangan
Teks tantangan adalah teks yang berisi informasi yang memuat bantahan terhadap suatu hal yang kontroversial yang sedang berkembang di masyarakat yang dilengkapi dengan argumen dan data-data yang dapat memperkuat bantahan tersebut. Teks tantangan ini biasanya ada dan menjadi penyangga dalam debat.

Struktur Teks Tantangan
Struktur teks tantangan merupakan cara atau bagian-bagian yang membangun teks tersebut. Masih banyak diantara yang belum mengetahui bahwa teks tantangan disusun oleh isu atau pengantar, argumen, dan juga simpulan. Untuk lebih jelasnya bisa sobat lihat dibawah.


  1. Pengantar, merupakan bagian yang berisi tentang topik yang akan dibantah, sering juga disebut sebagai isu.
  2. Argumen, struktur teks yang berisi rangkaian bukti atau alasan yang berfungsi untuk mendukung bantahan.
  3. Simpulan,  berisi pernyataan yang menegaskan bantahan.
Kaidah Kebahasaan Teks Tantangan
Teks tantangan memiliki empat kaidah kebahasaan, untuk lebih jelasnya simak dibawah ini.
  1. Kalimat kompleks, merupakan kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba.
  2. Kata rujukan, merupakan kata yang menunjukan rujukan sebagai pemberi informasi.
  3. Kata hubung, kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata.
  4. Pilihan Kata, agar gagasan teks dapat disampaikan dengan baik.
Contoh Teks Tantangan
Kenaikan Harga BBM Disambut Aksi Demo
      Demo kenaikan BBM belum berhenti. Kali ini Aliansi Rakyat Bali Tolak Kenaikan BBM mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Surat Keputusan Menteri ESDM No.2486/K/12/MEN/2015 tentang Kenaikan Harga BBM. Kenaikan harga BBM dinilai memberatkan mayoritas masyarakat.
     "Kebijakan nonpopulis ini bukti wajah asli siapa Pemerintah saat ini, yang tidak bisa mengambil kebijakan tanpa melukai hati rakyat dan menyengsarakan kehidupan yang semakin sulit ini," ujar Koordinator Aliansi Rakyat Bali Tolak, Ni Wayan Sita Metri saat berunjukrasa di Denpasar, Minggu (29/3/2015).
      Ia menilai kenaikan harga BBM yang dimulai sejak Sabtu kemarin, pukul 00:00 WIB tidak memiliki dasar perhitungan yang kuat. Sebab harga minyak mentah dunia saat ini hanya USD 59,19 per barrel.
      Sementara itu Juru Bicara Aliansi Rakyat Bali Tolak Kenaikan BBM, Retno mengatakan, kenaikan BBM menunjukkan kekayaan energi Indonesia masih dikontrol asing. Ia juga menuding Pemerintahan Jokowi belum mampu membawa Indonesia mandiri dalam mengelola kekayaanya alamnya.
      Saat ini kekayaan alam Indonesia atas sumber Energi masih dikuasai oleh Asing, sehingga Pemerintahan Jokowi-JK membuat kebijakan yang mengikuti alur keinginan di International," tutur Retno, juru bicara Aliansi tersebut.
     Sebelumnya unjuk rasa kenaikan BBM juga terjadi di sejumlah daerah. Seperti di Jakarta dan Yogyakarta.

Sourrce : http://www.materikelas.com/2015/11/teks-tantangan-pengertian-struktur-teks.html#

Mari Belajar Bahasa Indonesia


TEKS TANGGAPAN KRITIS BAHASA INDONESIA

1. Struktur Teks Tanggapan Kritis
  • Judul = nama sebuah karangan
  • Evaluasi = bagian awal teks yang berisi pernyataan umum tentang persoalan yang disampaikan penulis 
  • Deskripsi teks = bagian tengah teks yang berisi informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan.
  • Penegasan ulang = bagian akhir teks tanggapan kritis yang berisi penegasan pendapat terhadap apa yang dilakukan dan diputuskan
    Secara keseluruhan strukturnya hampir sama dengan teks diskusi. Jadi ya memang harus diakui kalau teks ini agak berat untuk dipelajari.
2. Contoh Teks Tanggapan Kritis

SMA atau SMK?
            Mungkin ada sebagian atau bahkan kebanyakan orang tua dan juga siswa SMP seringkali dibingungkan dengan pilihan ini. Terutama bagi siswa kelas 9 yang sebentar lagi akan lulus dan harus segera menentukan pilihannya. Tentu untuk memilih akan masuk SMA ataupun SMK tidak boleh sembarangan. Kita harus mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari masing – masing pilihan sebelum kita memilihnya. Apa saja alasan – alasan yang dapat memperkuat langkah kita?
            Alasan yang pertama, kita pasti sudah mengetahui jika lulusan SMK lebih mudah dan lebih siap untuk bekerja jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Karena di SMK siswa tidak hanya diajarkan teoretik yang mendalam sesuai jurusannya saja, melainkan disana para siswa juga dibekali dengan kemampuan praktek yang sangat menambah pengalaman dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja. Seperti yang sering kita dengar atau lihat, para siswa SMK seringkali melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau yang biasa disebut dengan istilah “magang”. Saya sepakat dengan hal ini karena pada SMA, siswa hanya diajarkan teoretik saja secara mendalam. Sehingga lulusan SMA harus kuliah dulu jika ingin mendapatkan pekerjaan.
            Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa setelah lulus dari SMK nanti, kita tidak bisa lanjut ke perguruan tinggi. Hal ini tentu salah, karena siswa SMK tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Kelebihan masuk SMK, siswa mempunyai hardskill berupa kemampuan kejuruan yang spesifik sehingga ketika kuliah seorang siswa mengambil jurusan yang sama dengan ketika dia SMK, maka dia akan lebih mudah untuk mempelajari materi kejuruannya. Sedangkan di SMA, siswa lebih diajarkan kemampuan teoretik saja.
            Namun, jika dibandingkan dengan SMA, materi – materi yang diajarkan di SMK tidak seluas materi – materi yang diajarkan di SMA. Hal ini karena di SMK kita lebih diajarkan secara detail pada jurusan yang kita ambil saja. Sedangkan di SMA kita diajarkan berbagai macam materi sesuai bidang yang kita ambil, misalakan bidang IPA. “Siswa SMK dapat pengetahuan tidak lebih banyak daripada siswa SMA,” pendapat ini disampaikan oleh salah seorang blogger pada salah satu postingan di blognya. Dari sini kita dapat menilai bahwa kemampuan berfikir secara logika anak SMA jauh lebih bagus dibandingkan dengan anak SMK. Anak SMK cenderung memilih sebuah langkah secara instan atau cepat tanpa mempertimbangkannya secara lebih dalam.
            Jika untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, lulusan SMK lebih dibatasi ruang lingkupnya jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Sehingga rata – rata siswa SMK kesulitan untuk masuk ke perguruan tinggi. Ketika di perguruan tinggi, siswa SMK tidak bisa mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusannya dulu di SMK. Kalupun bisa, dia akan kesulitan karena di SMK dia hanya diajrkan materi – materi yang mendalam di jurusannya saja. Sedangkan lulusan SMA bisa lebih bebas untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Mengingat pada saat SMA, materi – materi yang diajarkan mencakup semuanya.
            Dengan demikian, siswa lulusan SMK jauh lebih siap kerja dibandingkan dengan SMA. Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih hemat. Namun, untuk menentukan pilihan itu semua tergantung dengan minat, kemampuan, serta bakat kita.

NO
STRUKTUR
TEKS
1.
Judul
“SMA atau SMK?”
2.
Evaluasi
Mungkin ada sebagian atau bahkan kebanyakan orang tua dan juga siswa SMP seringkali dibingungkan dengan pilihan ini. Terutama bagi siswa kelas 9 yang sebentar lagi akan lulus dan harus segera menentukan pilihannya. Tentu untuk memilih akan masuk SMA ataupun SMK tidak boleh sembarangan. Kita harus mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari masing – masing pilihan sebelum kita memilihnya. Apa saja alasan – alasan yang dapat memperkuat langkah kita?
3.
Deskripsi Teks
Alasan yang pertama, kita pasti sudah mengetahui jika lulusan SMK lebih mudah dan lebih siap untuk bekerja jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Karena di SMK siswa tidak hanya diajarkan teoretik yang mendalam sesuai jurusannya saja, melainkan disana para siswa juga dibekali dengan kemampuan praktek yang sangat menambah pengalaman dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja. Seperti yang sering kita dengar atau lihat, para siswa SMK seringkali melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau yang biasa disebut dengan istilah “magang”. Saya sepakat dengan hal ini karena pada SMA, siswa hanya diajarkan teoretik saja secara mendalam. Sehingga lulusan SMA harus kuliah dulu jika ingin mendapatkan pekerjaan.
            Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa setelah lulus dari SMK nanti, kita tidak bisa lanjut ke perguruan tinggi. Hal ini tentu salah, karena siswa SMK tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Kelebihan masuk SMK, siswa mempunyai hardskill berupa kemampuan kejuruan yang spesifik sehingga ketika kuliah seorang siswa mengambil jurusan yang sama dengan ketika dia SMK, maka dia akan lebih mudah untuk mempelajari materi kejuruannya. Sedangkan di SMA, siswa lebih diajarkan kemampuan teoretik saja.
            Namun, jika dibandingkan dengan SMA, materi – materi yang diajarkan di SMK tidak seluas materi – materi yang diajarkan di SMA. Hal ini karena di SMK kita lebih diajarkan secara detail pada jurusan yang kita ambil saja. Sedangkan di SMA kita diajarkan berbagai macam materi sesuai bidang yang kita ambil, misalakan bidang IPA. “Siswa SMK dapat pengetahuan tidak lebih banyak daripada siswa SMA,” pendapat ini disampaikan oleh salah seorang blogger pada salah satu postingan di blognya. Dari sini kita dapat menilai bahwa kemampuan berfikir secara logika anak SMA jauh lebih bagus dibandingkan dengan anak SMK. Anak SMK cenderung memilih sebuah langkah secara instan atau cepat tanpa mempertimbangkannya secara lebih dalam.
            Jika untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, lulusan SMK lebih dibatasi ruang lingkupnya jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Sehingga rata – rata siswa SMK kesulitan untuk masuk ke perguruan tinggi. Ketika di perguruan tinggi, siswa SMK tidak bisa mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusannya dulu di SMK. Kalupun bisa, dia akan kesulitan karena di SMK dia hanya diajrkan materi – materi yang mendalam di jurusannya saja. Sedangkan lulusan SMA bisa lebih bebas untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Mengingat pada saat SMA, materi – materi yang diajarkan mencakup semuanya.
4.
Penegasan Ulang
            Dengan demikian, siswa lulusan SMK jauh lebih siap kerja dibandingkan dengan SMA. Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih hemat. Namun, untuk menentukan pilihan itu semua tergantung dengan minat, kemampuan, serta bakat kita.
Asalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat Datang di Blog Septian Ritula.
Ini adalah penampilan perdana Blog ini. Semoga kehadiran Blog ini dapat menjadi semangat saya dalam berekspresi, berkreasi dan berimajinasi sehingga dapat mengahasilkan karya-karya yang baik. 
Kritik dan saran dari teman-teman dan para pembaca sangat saya harapkan agar blog ini dapat menjadi warna tersendiri yang bisa menjadi referensi bagi teman-teman.
Thank..,
Wassaalamu'alaikum Wr. Wb.